BookingRaudhah

Panduan Lengkap Reservasi Raudhah di Aplikasi Nusuk

Ditulis Tim BookingRaudhah · 16 September 2026

Panduan ini ditujukan untuk satu jenis pembaca: jamaah yang berniat mengurus sendiri izin masuk Raudhah, tanpa menyerahkannya kepada siapa pun. Kami susun berurutan mengikuti alur yang benar-benar Anda lalui, dari ponsel masih kosong sampai kode QR terpampang di layar.

Satu hal perlu disampaikan di muka. Kami menulis fungsi tiap bagian aplikasi, bukan bunyi tombolnya. Alasannya sederhana: susunan menu Nusuk berubah antar versi, dan panduan yang menghafalkan teks tombol justru membingungkan ketika tampilan diperbarui. Kalau Anda paham apa yang sedang dicari, layar versi mana pun bisa Anda taklukkan.

Mengapa kunjungan ke Raudhah perlu izin sama sekali

Raudhah adalah petak kecil di dalam Masjid Nabawi, terbentang antara rumah Nabi ﷺ yang kini menjadi makam beliau dan mimbar beliau. Keutamaannya disebutkan dalam hadits masyhur:

“Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut keterangan Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, luas area ini hanya sekitar 330 meter persegi, kira-kira 22 kali 15 meter. Bandingkan dengan arus peziarah yang datang ke Madinah sepanjang tahun, dan persoalannya jelas dengan sendirinya. Karena itulah kunjungan diwajibkan dipesan lebih dahulu, dan izinnya diterbitkan melalui Nusuk, platform milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Tanpa izin yang sudah terbit, jamaah tidak dapat masuk.

Perlu ditegaskan sejak awal: penerbitan izin tersebut tidak dipungut biaya. Halaman layanan resminya mencantumkan biaya nol, dan petugas haji Indonesia juga sudah menyatakan hal serupa di hadapan jamaah.

Tahap satu: memasang aplikasi dari sumber yang benar

Nusuk terdaftar di App Store, Google Play, dan Huawei AppGallery. Pasanglah dari salah satu toko tersebut melalui perangkat Anda sendiri. Hindari berkas pemasangan yang dikirim orang lain lewat pesan, sekalipun pengirimnya terasa meyakinkan.

Satu saran praktis yang sering terlupa: pakailah ponsel yang benar-benar akan Anda bawa ke Madinah. Kode QR izin ditunjukkan langsung dari aplikasi di pintu masuk, jadi memesan dari ponsel anak atau kerabat yang tidak ikut berangkat hanya akan merepotkan di hari H.

Pastikan pula ponsel tersebut masih memiliki ruang penyimpanan yang cukup dan sistem operasinya tidak terlalu usang. Aplikasi yang gagal diperbarui adalah salah satu penyebab paling umum jamaah tidak menemukan menu yang seharusnya ada.

Tahap dua: membuat akun pengunjung

Di sinilah banyak jamaah Indonesia salah jalan sejak langkah pertama. Nusuk melayani beberapa golongan pengguna sekaligus: warga negara Arab Saudi, penduduk yang menetap di sana, warga negara Teluk, serta pengunjung dari luar negeri. Anda masuk golongan terakhir, sehingga yang perlu Anda buat adalah akun pengunjung.

Pada layar awal biasanya tersedia pilihan masuk melalui Nafath. Lewatkan saja pilihan itu. Nafath adalah sistem identitas digital yang hanya melayani warga dan penduduk Arab Saudi, dan mencoba masuk lewat jalur tersebut hanya akan berakhir buntu. Bila sebuah panduan menyuruh Anda memakai Nafath, panduan itu ditulis untuk pembaca yang berbeda.

Proses pendaftaran akan meminta sejumlah keterangan diri dan verifikasi. Kami sengaja tidak memuat daftar persis kolom isiannya, karena susunannya memang berbeda antar versi aplikasi dan daftar yang usang justru membuat orang panik ketika yang muncul di layarnya tidak sama. Yang perlu Anda siapkan cukup dua hal: dokumen perjalanan yang datanya akan Anda salin dengan teliti, serta nomor telepon dan surel yang benar-benar aktif dan bisa Anda buka saat itu juga. Uraian lebih rinci soal persiapan ini ada pada catatan tentang menyiapkan akun Nusuk bagi jamaah Indonesia.

Tulis nama persis seperti tertera di dokumen perjalanan, termasuk urutannya. Ketidaksesuaian ejaan adalah penyebab klasik pengajuan tersendat, dan memperbaikinya belakangan jauh lebih merepotkan daripada mengetik pelan-pelan di awal.

Berhenti di layar pendaftaran?

Kalau proses verifikasi tidak kunjung lolos atau Anda ragu memasukkan data pada kolom tertentu, kirimkan gambaran kendalanya kepada kami. Bertanya tidak dikenakan biaya dan Anda tidak terikat untuk melanjutkan ke layanan berbayar.

Tanya Dulu via WhatsApp

Tahap tiga: mencari layanan izin yang sesuai kategori

Setelah akun aktif, Anda akan berhadapan dengan halaman berisi bermacam layanan. Yang Anda cari adalah layanan penerbitan izin berkunjung ke Raudhah. Perhatikan baik-baik: Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menerbitkan layanan izin Raudhah secara terpisah untuk jamaah pria dan jamaah wanita. Keduanya terdaftar sebagai dua layanan berbeda, bukan sekadar penyaring tampilan.

Konsekuensi praktisnya penting dipahami satu keluarga: suami dan istri tidak akan memperoleh sesi yang sama. Merencanakannya sejak di rumah jauh lebih tenang daripada menemukan kenyataan itu mendadak ketika sudah berada di Madinah dengan sisa waktu tinggal sehari.

Tahap empat: memilih tanggal dan sesi

Ketika layanan yang benar sudah terbuka, aplikasi akan menampilkan tanggal beserta sesi yang masih tersedia. Inilah satu-satunya sumber jadwal yang layak Anda pegang. Kami tidak memuat tabel jam di situs ini dengan alasan yang kami anggap serius: pengaturan waktu sesi disesuaikan otoritas mengikuti musim dan kepadatan, dan berbeda lagi pada periode seperti Ramadhan maupun musim haji. Tabel yang benar hari ini bisa keliru pekan depan, dan jamaah yang berangkat berbekal jadwal usang kehilangan waktu yang tidak bisa diganti.

Bila sesi yang Anda inginkan sudah penuh, jangan buru-buru menutup aplikasi. Tersedia fitur daftar tunggu yang memungkinkan Anda mendaftar untuk menerima pemberitahuan apabila ada tempat kembali kosong. Cara memanfaatkannya kami bahas tersendiri pada ulasan tips memperbesar peluang mendapat sesi Raudhah.

Tahap lima: izin terbit dalam bentuk kode QR

Apabila pengajuan disetujui sistem, bukti izin muncul di aplikasi berupa kode QR atau barcode digital. Kode inilah yang akan dipindai petugas di pintu masuk, dan tanpa pemindaian itu jamaah tidak dapat masuk ke area Raudhah.

Ada tiga sifat kode tersebut yang sebaiknya Anda ingat. Pertama, ia melekat pada satu janji temu dan habis setelah sekali dipakai; kunjungan berikutnya memerlukan izin baru. Kedua, izin bersifat pribadi dan terikat identitas pemegangnya, sehingga tidak dapat dipindahtangankan kepada teman sekamar atau anggota rombongan lain. Ketiga, karena kodenya ditampilkan dari aplikasi, pastikan ponsel Anda bertenaga cukup dan aplikasinya dapat dibuka pada hari kunjungan.

Yang berlaku di dalam Raudhah

Waktu berada di dalam sangat dibatasi dan petugas mengatur giliran agar seluruh pemegang izin kebagian. Jangan menyusun rencana seolah Anda akan berlama-lama di sana. Di dalam area tersebut berlaku larangan memotret dan merekam yang ditegakkan petugas, dan jamaah diarahkan terus bergerak. Untuk jamaah lanjut usia, otoritas mengizinkan penggunaan kursi roda manual di area itu, sehingga pendampingannya dapat direncanakan sejak awal.

Waspadai tautan palsu yang mengatasnamakan Nusuk. Petugas haji Indonesia pernah memperingatkan beredarnya tautan palsu lewat pesan WhatsApp, umumnya dengan dalih ada masalah pada kartu Nusuk jamaah yang perlu segera diperbaiki. Imbauan resminya jelas: jangan percaya dan jangan tekan tautannya. Biasakan membuka aplikasi yang sudah terpasang, atau mengetik sendiri alamat nusuk.sa di peramban. Otoritas Arab Saudi juga mengimbau jamaah hanya mengurus izin lewat kanal resmi, dan menegaskan tawaran di luar kanal resmi tidak sah.

Sebelum menutup panduan ini

Ketentuan seputar Raudhah dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, sedekat apa pun keberangkatan Anda, luangkan waktu memeriksa kembali keterangan yang ditampilkan aplikasi Nusuk terbaru. Kebiasaan memverifikasi sendiri adalah perlindungan terbaik dari informasi usang yang beredar di luar sana.

Kalau setelah membaca panduan ini Anda merasa sanggup menjalankannya sendiri, itu justru tujuan kami menulisnya. Dan bila di tengah jalan ada satu bagian yang terasa buntu, pintu percakapan kami terbuka.

Ingin ditemani sampai izin terbit?

Kami mendampingi jamaah yang mengurus sendiri: menelusuri letak kendala, menjelaskan langkah berikutnya, dan menemani sampai kode QR muncul. Pengajuan tetap Anda lakukan dari akun sendiri, dan penerbitan izinnya tetap gratis di Nusuk — yang kami tawarkan adalah pendampingannya.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

WhatsApp